Kamis, 26 Desember 2013

Maaf dari Sang Pencela

Maafkan aku yang egois menilaimu tanpa mengenalmu terlebih dahulu..
       Maafkan aku yang bicara di belakangmu tanpa tahu kebenaranmu..
    Maafkan aku yang sering mencelamu tanpa ingat kebaikanmu..”


Kaca yang telah pecah tidak akan utuh ketika disatukan kembali, bukan? Apa bedanya dengan perkataan yang menyinggung hati seseorang? Tidak ada. Ketika kata “maaf” mungkin bisa menyembuhkan, kenapa mulut ini masih enggan mengatakannya? Apakah raga ini sudah merasa sempurna?

Sabtu, 21 Desember 2013

THIS IS NS!

“Hal tersulit bukan tentang memulai ceritanya, tapi menjaga agar cerita itu tidak pernah ada akhirnya – persahabatan”.

       
Lima tahun yang lalu, di sebuah SMP di Yogyakarta. Di umur yang masih belasan, di saat kedewasaan masih menjadi hal yang tabu untuk diperbincangkan...

Kalau kata Bang Joseph Adison: “Hal terhebat yang membuat kehidupan manusia menjadi manis adalah persahabatan. Meningkatkan hal ini ke arah puncak kebahagiaan tertinggi, merupakan suatu rahasia yang hanya ditemukan segelintir orang”.

YA! Kami beruntung bisa menjadi segelintir orang itu. NS adalah sebuah sebutan untuk persahabatan kami. Di usia belasan, persahabatan menjadi hal yang sedang dicari, namun di saat beranjak dewasa, waktu yang menguji itu semua. Kalau ada tiga kata yang bisa menggambarkan masa SMP mungkin adalah: Unpredictable, Bully-able dan MIRACLE. Tulisan ini bukan mengulas tentang kedua hal sebelumnya, tapi tentang sebuah keajaiban. Keajaiban karena bisa memiliki mereka. Mereka adalah orang-orang yang patut disebut sahabat. Mereka adalah....

Jumat, 13 Desember 2013

Persahabatan Kita: Dulu, Hari Ini dan Seterusnya

“Jangan berjalan di depanku, aku mungkin tak mampu mengikutimu. Jangan berjalan di belakangku, aku mungkin tak sanggup memimpinmu. Berjalanlah di sampingku dan jadilah sahabatku selamanya”.


Pagi ini Sabtu pukul 06.00, tampaknya Rachel sudah bersiap untuk menunjukkan suara lantangnya pada dunia. Gadis 19 tahun ini adalah calon musisi muda dengan segala talenta yang dimilikinya. Ia tinggal di kompleks perumahan dekat kampusnya, Institut Musik Indonesia. Satu kompleks yang sama dengan sahabat karibnya, Hanifa. Persahabatan dari semenjak kecil, SD sampai kuliah mereka satu sekolah. Hampir setiap orang menyangka bahwa mereka saudara. Merekapun selalu berpikir mengapa mereka tidak ditakdirkan sebagai saudara saja?
***
“Hei fa, ngapain kamu bengong di situ? Kamu gak lagi kesambet kan?” Rachel menghampiri Hanifah yang sedang duduk di teras rumahnya. “Kamu ini ya.. datang dan mengagetkanku saja, suaramu itu merdu, tapi merdu lagi kalo diem. hahahaha”. Tawa keduanyapun pecah. Hanya untuk mengobrol hal yang sepele-pun mereka lakukan tanpa sadar sampai menjelang siang. “Fa, aku mau ke studio ayahku.. katanya ayah mau mengenalkanku pada pemain gitar yang bisa membantu pentas soloku. Kamu ikut yuk.” Saking semangatnya, Rachel sampai berdiri dari tempat duduknya. “Aku ingin chel, tapi aku sudah berjanji untuk membantu ibuku sore ini..”. Sepertinya Rachel harus pergi sendiri ke studio sore ini.

Sabtu, 07 Desember 2013

Jangan Bakar Umat-Ku

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, “Bahwasanya seekor semut menggigit salah seorang Nabi, maka dia memerintahkan agar desa semut dibakar. Allah pun mewahyukan kepadanya, ‘Hanya karena kamu digigit oleh seekor semut lalu kamu membinasakan sebuah umat yang ber-tasbih.’”


Diceritakan bahwa dahulu ada beberapa Nabi yang sedang duduk-duduk di bawah pohon. Nampaknya para Nabi ini sedang istirahat. Di tengah-tengah kelelahannya, ada seorang Nabi yang digigit oleh seekor semut. Kemudian Nabi memerintahkan untuk membakar sarang yang di sana terdapat banyak sekali semut. Allah pun mewahyukan kepadanya, ‘Hanya karena kamu digigit oleh seekor semut lalu kamu membinasakan sebuah umat yang ber-tasbih.’
***

Jumat, 06 Desember 2013

Lebih Indah dari Fiksi



“Aku berjanji akan selalu ada untukmu, bahkan ketika dunia berkata bahwa kamu tak sanggup menghadapinya, ketika semua orang melihatmu dengan mata angkuhnya dan bahkan dirimu sendiri-pun meragukanmu..”
***
Pagi ini suasana kelas begitu lengang, tampaknya hari ini ia sampai di sekolah terlalu pagi dari biasanya. Kanya adalah siswi di SMA Harapan Bangsa, saat ini ia duduk di bangku kelas 12. Ini adalah semester pertama di akhir masa putih abu-abu nya. Setiap hari ia gunakan untuk mempersiapkan ujian kelulusannya. Pantas saja karena dia adalah salah satu siswa teladan di sekolahnya. 

Hari ini Kanya tampil beda dari biasanya, ia mengenakan kardigan warna merah muda, rambutnya terurai dan matanya berbinar. “Astaga Kanya! Kamu cantik sekali hari ini... tidak biasanya kamu membiarkan rambutmu terurai..” kata Dini, teman sebangku Kanya. Dini adalah sahabat Kanya, dia sangat cuek dengan penampilannya. Tapi apapun itu dia adalah sahabat yang paling mengerti Kanya. “Hari ini ada tes masuk perguruan tinggi negeri, Din” Kanya menimpali. Sebenarnya apa hubungannya tes masuk perguruan tinggi dengan rambutnya yang terurai. Hal ini membingungkan dini. Sebelum pertanyaan berlanjut bel sekolah sudah berbunyi.
*KRIIINGG*